Wawasan dari Program Manajemen Aset KI Internasional
Advanced International Certificate Course on Intellectual Property (IP) Asset Management for Business Success (AICC) ke-19, yang diselenggarakan oleh WIPO Academy bersama MOIP Korea, KIPA, dan KAIST, berlangsung di Seoul pada 3–6 November 2025. Dari 1.364 pendaftar di seluruh dunia, hanya 33 profesional dari 23 negara yang lolos ke tahap tatap muka. Tahap tatap muka terakhir ini mencakup materi inti program. Materi ini meliputi valuasi, komersialisasi, taktik litigasi, strategi lisensi, serta isu-isu terkini seputar KI, termasuk AI dan KI. Materi ini diolah menjadi wawasan praktis bagi perusahaan yang berfokus pada pertumbuhan berbasis inovasi. Salah satu peserta terpilih adalah Roy Rinaldo Lumbantoruan, Associate SKC Law, yang mewakili Indonesia di panggung global. Artikel ini menyoroti wawasan utama dari sudut pandang Roy.
Apa Itu AICC dan Mengapa Penting
AICC memadukan pembelajaran daring pra-kualifikasi dengan program tatap muka yang intensif. Pembelajaran daring ini mencakup IP Panorama 2.0, WIPO DL-450 tentang manajemen KI tingkat lanjut, dan esai tertulis. Program ini dirancang untuk membawa peserta dari pengetahuan inti menuju strategi dunia nyata, dengan memadukan pertimbangan hukum, keuangan, dan komersial.
Bagi pelaku usaha, signifikansinya jelas: KI telah bergeser dari sekadar topik kepatuhan menjadi pengungkit nilai (value lever) utama.
Kemampuan untuk menilai, menyusun, dan memanfaatkan KI guna menghasilkan pendapatan, pembiayaan, dan akses pasar, kian menentukan keunggulan kompetitif.
Sudut Pandang Roy: Pelajaran Global, Dampak Lokal
Mewakili Indonesia di AICC, Roy Rinaldo Lumbantoruan merangkum pengalamannya:
“Program ini memperluas pemahaman praktis saya mengenai manajemen dan komersialisasi KI. Perpaduan antara materi yang mendalam dan latihan langsung — khususnya terkait valuasi, lisensi, dan penegakan hukum — telah mempertajam cara saya menangani isu KI lintas negara. Kesempatan untuk bertukar gagasan dengan para pakar dari berbagai yurisdiksi sangatlah berharga, dan akan secara langsung membentuk cara kami mendampingi pelaku usaha dalam menghadapi lanskap KI yang kompleks.”
Partisipasinya ini mencerminkan pentingnya pengembangan kapasitas yang berkelanjutan, dalam bidang di mana tren praktik internasional kian membentuk hasil di tingkat lokal.
Langkah ke Depan
Program seperti AICC menunjukkan bagaimana strategi KI, keuangan, dan eksekusi saling bertemu. Banyak perusahaan beroperasi di Indonesia, atau tengah melakukan ekspansi regional. Bagi perusahaan-perusahaan ini, mengadopsi praktik terbaik global yang disarankan dapat mendorong pertumbuhan secara nyata.
Untuk menjajaki bagaimana pendekatan ini dapat disesuaikan dengan portofolio dan pasar Anda, jangan ragu menghubungi tim kami.
Kontak: enquiries@skclaw.id
Ikuti kami di LinkedIn untuk pembaruan seputar KI di Indonesia, atau ajukan pertanyaan melalui Contact Page kami.
